Saya bingung harus memulai darimana cerita ini. Judul tersebut menyakitkan bagi hati saya. Kira-kira sebulan yang lalu, benak saya selalu dipenuhi dengan dua kata ini “Mempercayai atau Dipercayai”. Saya belajar banyak tentang mempercayai seseorang, dan yang saya dapat adalah sangat menyakitkan, ketika seseorang itu berkata di depan saya suatu kalimat yang menusuk ke hati saya, apalagi jika orang yang kamu percayai itu adalah orang yang sungguh dekat dengan kamu, seakan kamu merasa hanya dia yang mampu mendengar keluh kesahmu, kebahagiaanmu, dan lain-lain. Sungguh sangat kecewa pastinya. Saat kisah ini menghampiri hidup saya, maka praktis saya tidak akan begitu mudah untuk percaya pada orang lain, karena pada akhirnya orang lain akan berubah menjadi “buruk” dari yang kamu kira. Saya menuliskan status terakhir saya “I don’t want believe someone else except God, because believe in human can make your dissapointed”. Kata-kata itu mungkin merupakan kata yang kontroversial bagi teman-teman, tetapi itulah yang terjadi dalam hidup saya. Sungguh sulit membagi ketulusan cinta kasih saat ini, karena pada dasarnya adanya adalah pemanfaatan.
Satu hal lagi yang perlu saya renungkan adalah tentang apa artinya sahabat sendiri. Saya menemukan banyak artikel-artikel bahkan buku-buku yang mengatakan bahwa “Sahabat adalah orang yang ada dalam saat kita berduka dan sukacita”, bagi saya sangat sulit sekali menemukan makna tersebut karena pada akhirnya saya merasa “Saya hanya bisa membantu kesusahan sahabat, namun sahabat saya sendiri tidak membantu kesusahan saya”, pada akhirnya saya merasa saya hanya dibutuhkan saat mengalami kesusahan bagi dia, namun tidak ada timbal balik saat saya mengalami kesusahan”. That’s really Truefriendship?. Tulisan ini memang kontroversial, saya sungguh menerapkan prinsip untuk tidak terlalu mempercayai orang lain terlalu “dalam” karena pada akhirnya orang tersebut akan “berubah”, tergantung pada perubahan itu, apakah baik atau buruk?. Jika yang saya alami adalah hal yang buruk. Tentunya hal itu tidak menyurutkan saya untuk berusaha terus berdoa agar semua kembali menjadi sesuatu yang baik, baik bagi saya dan orang tersebut.
Memang jalan untuk berdoa itu lebih baik, karena alasan logika sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut sangat sulit untuk diselesaikan. :D
Semoga tulisan ini bermanfaat, maap tulisan ini terlalu membingungkan dan kontroversial. Hehehe..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar