Senin, 31 Desember 2012

Happy New Year 2013



Di awal tahun 2013 ini, semua pasti berharap untuk menjadi orang yang lebih baik. Sama seperti di tahun-tahun sebelumnya pasti kita berharap dengan wishing yang sama. Dan mempunyai beberapa list revolusi untuk 1 tahun kedepan. Ada yang merencanakan nikah, studinya selesai, dan berharap menjadi pribadi yang lebih baik. Sepertinya revolusi yang seperti itu sangat sering kita dengar dan bahkan sudah biasa. Tapi ada beberapa orang yang mempunyai revolusi dengan mempraktekan tradisi-tradisi mereka setiap tahunnya.

DI bumi ini mungkin tidak ada perayaan yang lebih meriah ketimbang Tahun Baru. Secara universal, hari pergantian tahun itu diperingati warga dunia. Tidak peduli asal, agama, kebangsaan, dan latar belakang budaya mereka.

Lazimnya, orang-orang meyakini bahwa tahun yang baru akan mengisi hidup mereka dengan kebahagiaan, cinta, dan nasib baik. Mereka pun berdoa agar detik-detik pergantian tahun turut mengusir nasib buruk dan memori pahit di masa lampau.

Seiring dengan itu, berbagai kebiasaan menarik pun lahir di berbagai negara untuk memperingati hari pertama dalam kalender Gregorian ini. Sebagian konyol, sebagian lainnya terkesan menyeramkan.

Di Irlandia, misalnya, malam Tahun Baru menjadi malam yang paling dinanti kaum hawa yang masih lajang. Jelang pergantian tahun, biasanya mereka meletakkan daun-daun mistletoe di bawah bantal dengan harapan bakal mendapat pasangan tahun depan. Hal itu juga dipercaya bakal mengusir nasib buruk.

Di Denmark, Tahun Baru dirayakan dengan melempar piring, gelas, cangkir, dan barang pecah belah lainnya ke pintu rumah tetangga. Bukannya gusar, tradisi itu justru membuat para tetangga senang. Keluarga dengan tumpukan barang pecah belah tertinggi dianggap paling beruntung karena memiliki banyak sahabat yang loyal.

Sedikit menyeramkan, ada tradisi berbicara kepada arwah di Meksiko. Orang-orang Meksiko meyakini bahwa mereka dapat berkomunikasi dengan arwah keluarga yang mereka cintai. Pergantian tahun dianggap sebagai saat yang paling tepat untuk menyampaikan pesan atau meminta bimbingan dari para arwah.

Mistik juga menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru di Talca, sebuah kota kecil di Cile. Orang-orang Talca merayakan pergantian tahun dengan berpesta di permakaman. Warga Talca meyakini bahwa arwah orang-orang yang mereka cintai menunggu di permakaman dan tahun yang baru harus dirayakan bersama mereka.

Tradisi tersebut bermula pada 1995. Ketika itu, anak-anak sebuah keluarga di Talca melompati pagar permakaman setempat untuk merayakan Tahun Baru di dekat kuburan ayah mereka. Saat ini, hampir 5.000 orang mengadopsi kebiasaan tersebut.

Biasanya, tepat pukul 23.00 pada malam Tahun Baru, wali kota Talca resmi membuka permakaman bagi publik. Musik klasik dimainkan dan lampu-lampu temaram dinyalakan. Pesta pun dimulai.

Suku Indian di Ekuador juga punya tradisi Tahun Baru yang unik. Mereka membuat scarecrow atau orang-orangan sawah dan membakarnya tepat pada pertengahan malam pergantian tahun. Menurut tradisi, kebiasaan tersebut bermakna membuang hal-hal buruk yang terjadi selama 12 bulan sebelumnya.

Di Skotlandia, setiap 31 Desember, Festival Hogmanay digelar untuk merayakan pergantian tahun. Api dan bahaya menjadi tema perayaan tahun baru di negara yang berbatasan langsung dengan Inggris itu. Biasanya, para pria berparade di jalan-jalan di kota-kota Skotlandia sambil memegang bola api. Bola tersebut terus menerus dilempar di atas kepala agar tidak membakar tangan mereka. Bola api dalam tradisi yang dimulai sejak era kaum Viking itu melambangkan pemurnian dan sinar matahari.

Sedikit lebih modern, ada tradisi menonton film Dinner for One yang dilakukan warga Jerman. Asal-muasal tradisi itu tidak diketahui. Namun, setiap tahun, sejak 1972, pada malam 31 Desember, sejumlah stasiun televisi di Jerman memutar ulang film bergenre komedi itu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar