Ku sebut saja karangan ceritaku adalah mimpi. Mimpi dimana aku bisa menghayal setinggi mungkin hingga bisa mendapatkan suatu cerita-cerita aneh yang tiba-tiba hinggap di pikiranku, berjalan seperti putaran film yang tak tahu kemana arah tepinya. suatu cerita yang sangat pendek, terkadang akhirnya gantung, seperti ingin menepi tapi belum dikatakan menepi.
Inilah aku. Dimana setiap aku singgah di dalam angkot, diam dan melihat segala pandangan perjalanan dari kaca mobil angkot, semua mimpi itu terjuntai di otak. Kadang 1 mimpi, kadang 2 mimpi. Dan kadang lebih.
Inilah aku. Sesampainya aku dirumah, ku kunci pintu kamar, duduk didepan cermin dan menceritakan apa yang terjadi dalam mimpi yang ku dapat. Seakan ada teman bicaraku di cermin itu. Ya, tapi aku hanya sendiri dengan wajah ku di cermin.
Inilah aku. Yang suka menyendiri dan bisa mendapatkan mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar